Kalau Ummi Gak Kuat, Biar Aku Saja

Kalau Ummi Gak Kuat, Biar Aku Saja

Sejak Aku membuat grup Ruang Baca dengan teman-teman akhwat alumni DAFA, setiap hari Aku dan anak-anak harus meluangkan waktu membaca buku minimal15-30 menit. Setelah 3 pekan baru terasa bahwa membaca bukan perkara yang mudah, pun untuk istiqomah melakukannya.
.

Diawal pembuatan grup disepakati target 30 menit per hari. Namun karena kesibukan terutama Bunda-bundanya, tidak bsa mencapai target tersebut. Minggu kedua turun menjadi 15 menit per hari. Senang melihat Bunda-bunda yang saling menyemangati membaca.
.

Pada minggu ke tiga bahkan sudah ada yang menikmati kembali hobi membacanya yang sudah lama ditinggalkan. Aca pun demikian, setiap sebelum tidur wajib membaca buku. Bahkan kadang lebih dari 30 menit, karena lagi Mi, selembar lagi Mi, Aku penasaran Mi, lanjut Mi. Huuh, Ummi mah gituh, kalau Umminya dah ga kuasa membuka mata.😅😅😅
.

Seperti semalam, saat Aku dan Aca membaca Muhammad Teladanku Jilid 4 yang berjudul Ketabahan. Pada halaman yang berkisah tentang Umar bin Khattab saat mendapat hidayah. Singa padang pasir Quraisy yang gagah berani namun berhati lembuh. Saat menampar adiknya Fatimah binti Khattab hingga berdarah, membuatnya menghentikan penyiksaan. Karena sesungguhnya Umar sangat menyayangi Fatimah, bahkan seperti sayangnya seorang Ayah pada Anaknya.
.

Aku dan Aca bergantian membaca, hingga pada kisah Umar bin Khattab mendatangi Darul Arqom untuk menyatakan keinginannya masuk Islam pada Rasulullah, namun masih dengan pedang terhunus.
.

Kondisi yang sangat menegangkan, sampai kemudian Rasulullah yang menghampiri Umar dengan sangat cepat. Dan ketika Umar menyampaikan tujuannya, Rasulullah berkata, ” Subhanallah..” Doa Rasulullah terkabul, memohon pada Allah SWT salah satu dari dua Umar untuk menjadi pembela Islam.
.

Diparagraf selanjutnya yang menceritakan kebahagiaan Hamzah bin Abdul Muthalib ketika sahabatnya, teman minum dan berperangnya menjadi sahabatnya dalam membela Islam, suara tiba2 tercekat. Tak kuasa melanjutkan membaca, Ya Allah betapa indahnya kala itu saat seorang sahabat mendapatkan sahabat terbaiknya mendapatkan hidayah.
.

” Mi kenapa diam? Ayo terus bagaimana selanjutnya.” Aca mengoyang goyangkan bahuku. ” Ga kuat de, Ummi ga kuat bacanya. Sebentar ya.” Aku mencoba menenangkan diri sebelum melanjutkan.
.

Dihalaman selanjutnya berkisah tentang Umar bin Khattab yang menyampaikan keislamannya secara terang-terangan.Tanpa rasa takut, disampaikannya keislamannya pada Abu Jahal yang disambut dengan perkataan bahwa itu adalah berita buruk yang didengarnya.
.

Pada paragraf selanjutnya Umar bin Khattab menyampaikan bahwa sudah saatnya Rasulullah menyampaikan kebenaran ini pada seluruh penduduk Mekah secara terang-terangan. Tenggorokanku kembali tercekat, aku tak kuasa menahan tangis.
.

” Ummi kenapa jadi nangis?” ” Ummi ga kuat bacanya de.” Terbayang pasca Rasulullah menyampaikan Islam secara terang-terangan ujian yang akan dihadapi jauh lebih besar. Ketabahan Rasulullah, keberanian Umar dan Hamzah seolah bercerita dalam benakku. Aca mengusap2 punggungku, ” kalau Ummi tidak kuat, biar Aca saja.”
.

Aca kemudian menyelesaikan paragraf terakhir itu. Ku tutup buku, ku peluk Aca, ” Sudah, cukup untuk malam ini ya.Kita lanjutkan besok ya anakku tersayang.” Aca mengusap pipiku, memeluk gulingnya dan kemudian tertidur.
.

Bayang-bayang perjuangan Rasulullah dan para sahabat masih terngiang-ngiang dalam benakku. Ya Allah, ampuni hamba yang masih sering mengeluh, malas dan menunda-nunda melakukan kebaikan. Tak seujung kuku pun amal yang hamba lakukan dengan perjuangan yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat.
.

Siroh membawa kita menyaksikan betapa luar biasanya perjuangan para Nabi dan para pendahulu kita. Menghempas semua kesombongan dan juga kelemahan dalam diri. Wahai jiwa bangunlah, sudah habis masa istirahat kita. Seperti yang dikatakan Rasulullah pada istri tercintanya Bunda Khadijah. Sudah habis masa istirahat kita.
.

Wahai raga, sekarang saatnya mata kita lebih banyak terjaga.Dan disibukkan dengan memikirkan umat, apa kemanfaatan yang bisa kita lakukan, kebaikan yang bisa kita berikan. Bukankah pintamu dalam setiap doamu.
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma’rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”
.

Hidupkanlah kami dengan ma’rifatMu dan matikanlah kami dalam syahid dijalanMu.
#MuhammadTeladanku
#Ketabahan
#SirohMenghempasKesombongandanKelemahan